
Gambaran umum
Sebelum SMOOT, informasi permintaan pembelian, order, pembayaran, dan dokumen pendukung tersebar dalam proses yang cukup manual. Tim procurement perlu menggabungkan pembaruan status dan riwayat persetujuan dari berbagai tempat untuk mengetahui posisi suatu pengajuan. Kondisi ini menyulitkan pemantauan pekerjaan harian, penyiapan laporan, dan penelusuran keputusan saat audit. SMOOT memusatkan data purchasing agar proses tersebut lebih mudah dikelola.
Kontribusi saya
Berkontribusi pada backend serverless SMOOT: API request dan approval, alur order, pencatatan pembayaran, pengelolaan dokumen, notifikasi, audit trail, pencarian, vendor master, dan reporting.
Fitur utama
- Hak akses requester, approver, dan admin
- Request pembelian dan persetujuan
- Order dan pencatatan pembayaran
- Dokumen pendukung dan notifikasi
- Audit trail, pencarian, dan vendor master
- Pelaporan dan ekspor Excel / CSV
Pertimbangan implementasi
Backend perlu menjaga hubungan antara request, persetujuan, order, catatan pembayaran, dan dokumen pendukung sepanjang proses berjalan. Requester, approver, dan admin memiliki hak akses serta tindakan yang berbeda, sementara setiap perubahan status dan aktivitas pengguna perlu tercatat agar dapat ditelusuri. API juga harus mendukung notifikasi, pencarian dan filter, serta data yang dapat digunakan untuk pelaporan tanpa menambah pekerjaan manual.
Hasil pengerjaan
SMOOT memusatkan data purchasing dan membuat status request serta order lebih mudah dipantau. Riwayat persetujuan dan aktivitas pengguna lebih tertata untuk kebutuhan audit dan pelaporan.